Sutanto Pernah Tersandung Kasus Judi Online

Cerita MenariK++ | Sutanto pernah tersandung kasus Judi Online. Mantan Kapolri Sutanto yang hanya menjabat sebagai komando Badan Intelijen Negara (BIN) selama dua tahun. Kedudukan tersebut dicabut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertepatan dengan penyusunan kabinet yang baru. Sutanto mempunyai satu kesalahan yang fatal karena dia tidak berhasil membekuk BANDAR Poker online yang terbesar yang tepatnya berada di kota medan.

Adalah Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), mengatakan bahwa Presiden SBY punya tujuan politik di balik pencabutan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutanto.

Menurut pandangan Neta, pergantian ujung tombak  pimpinan intelejen Indonesia itu untuk mendapatkan tempat sebagai calon presiden 2014 dari Partai Demokrat. “Penggantian ini sangat penting, karena SBY sudah tidak dapat melangkah kedepan lagi, sehingga SBY dapat mengamankan calonnya agar tetap mempunyai kesempatan untuk dipilih sebagai presiden, sehingga kerajaan Demokrat atau kekuasaan tidak terlepas ,” kata Neta S Pane.

Ia mengklarifikasikan bahwa, SBY yang bertindak  Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang tidak dapat kans lagi pada Pilpres 2014, karena sudah melalui dua periode menjabat sebagai Presiden. Namun ia tidak dapat  berdiam diri. Sehingga membenahi kinerja BIN yang lemah pada saat di urus oleh Sutanto yang pernah menjabat sebagai Kapolri tersebut. Dengan hal ini, Presidan akan menjadi mimikyang  buruk di mata masyarakat yang merupakan bakal pemilihan yang akan datang nantinya.

Kabar berita yang diraih Neta, pergantian Kepala BIN itu karena SBY merasa geram terhadap olokan-olokan dari publik, terlebihnya dari ormas-ormas, yang menilai kinerja BIN tidak efektif. Terbukti pada  langkah yang diambil untuk mengantisipasi  terhadap aksi-aksi judi online yang semakin menjamur sangat lambat, dan membuat SBY berang. kabar yang tersebar, dia (sutanto) telah di suntik uang tutup mulut oleh bandar besar asal medan tersebut untuk judi-poker-online dan lainnya

Dengan memberikan kursi Kepala BIN kepada perwira tinggi militer, yakni (TNI) Letjen Marciano Norman, SBY berharap kinerja BIN akan menjadi lebih baik dan dipercaya, Terutama untuk meningkatkan perkembangan sosial politik di Indonesia, Khususnya untuk Judi Online dan TERORISME secara dini.

Marciano yang terakhir kali menjabat sebagai  Komandan Kodiklat TNI Angkatan Darat, dan sempat menjadi orang dekat SBY sebagai Komandan Paspampres.
Namun, Neta kurang percaya kepada perwira militer yang dipilih SBY sebagai orang utama karena  bukan orang intel. Karena itu, Neta kurang yakin kinerja BIN tidak dapat memenuhi apa yang telah direncanakan SBY.tentang Judi Online dan TERORISME.

Diduga keras sutanto mendapatkan fitnah dari OTK yang tidak senang akan hasil kerja kerasnya membasmi judi dan teror yang ada di indonesia membuahkan hasil yang cukup baik  diantaranya, pemberantasan perjudian, sukses melakukan penangkapan buronan terorisme asal Malaysia Dr. Azahari,mengungkap identitas para pelaku Bom Bali pada tahun 2005, menyelesaikan kasus penyuapan saat  kasus pembobolan Bank BNI, bersama  dengan tersangka Brigjen Ismoko, Komisaris Jendral Suyitno Landung, serta Komisaris Besar Irman Santosa.

Sampai berita ini disampaikan, belum ada kabar keautentikan dan bukti-bukti yang kuat kapan dan dengan siapa Sutanto terlibat kasus judi online

Ikuti juga Cerita Dewasa  dan lainnya hanya disini

#pokerterbaik #pokerterpercaya #pokerterbaikterpercaya #tempatbermainpoke  #judipokeronline